Nama Harry Roesli tak bisa dipisahkan sebagai musisi yang melegenda dari Kota Ba


Nama Harry Roesli tak bisa dipisahkan sebagai musisi yang melegenda dari Kota Bandung dan kancah musik nasional. Mengantongi rekor yang diberikan MURI Indonesia sebagai Professor Pendidikan Musik Pertama di Indonesia ini, disebut sebagai tokoh yang melahirkan budaya musik kontemporer, komunikatif, eksentrik, dan giat menyuarakan kritik sosial semasa hidup berkeseniannya.

Harry mendapat beasiswa dari Ministerie Cultuur, Recreatie en Maatschapelijk Werk (CRM), belajar ke Rotterdam Conservatorium, Belanda. Di Belanda, ia sering ngeband dengan komunitas Ambon yang tiggal disana dan mengasah permainan pianonya. Pria kelahiran Bandung 10 September 1951 pernah membentuk band bernama Batu Karang, mengikuti gaya band rock Rolling Stone di tengah tren generasi bunga British Invasion yang banyak digandrungi muda mudi kala itu.

Berita Populer Lainnya :   Hari Minggu saatnya kita uji lagi nih pengetahuan warga Bandung. Siapa yang tahu

Ide-ide dalam proses mencipta karya, alami mengalir begitu saja dan Harry Roesli biasanya menggunakan ragam alat musik seperti gamelan, gitar, keyboard, harmonika, perkusi, dan biola. Awal tahun 1970-an menjadi momen keseriusan Harry Roesli bermusik.

Dirinya yang masih kuliah di ITB Bandung jurusan Teknik Mesin, membentuk grup bernama Gang of Harry Roesli bersama Albert Warnerin, Indra Rivai, dan Iwan A Rachman, yang kemudian melahirkan sebuah album bertajuk Philosophy Gang pada 1971 yang di- mixing di Lion Record, Singapura.

Musisi genius, sosok misterius, ‘out of the box’ dan seorang filsuf nyentrik – banyak lagu yang diciptakan pemilik nama lengkap Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli ini banyak dipengaruhi oleh musisi barat seperti Rolling Stone, Frank Zappa, Gentle Giant, serta John Milton Cage Jr.

Berita Populer Lainnya :   Warga Bandung, sejak tanggal 15 Februari 2020 yang lalu, Badan Pusat Statistik (

Beliau wafat pada 11 Desember 2004 setelah sebelumnya mendirikan komunitas guna membina para seniman jalanan lewat Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB), di rumahnya Jl WR Supratman 57 Bandung. Sepeninggal kepergiannya, keluarga memutuskan untuk mengedepankan nama Rumah Musik Harry Roesli (RMHR) demi memperkenalkan nama sang legendaris pada generasi selanjutnya.

Teks: Franco Londah

#bandung #infobandung #harryroesli

Sumber Berita