Mensiasati penggunaan gawai dan ponsel pintar berlebihan oleh para siswa dengan


Mensiasati penggunaan gawai dan ponsel pintar berlebihan oleh para siswa dengan memberikan program bagi-bagi ribuan anak ayam, akhirnya ditinjau ulang. Proses evaluasi program yang digagas orang nomor satu di Kota Bandung, Oded M Danial ini dilakukan akibat banyak anak ayam milik siswa SD dan SMP di Kota Bandung mati dimakan tikus. “Namanya edukasi pastinya ada yang gagal dan berhasil. Gagalnya juga bisa macam- macam. Mati karena teu kaparaban (enggak dikasih makan) atau dimakan tikus tadi. Itu hal biasa saya kira,” kata Oded usai menghadiri Rakorda PKS Kota Bandung di Hotel Asrilia, Minggu (5/1) dikutip detikcom.

Berita Populer Lainnya :   Dalam rangka memperingati 50 tahun Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung

Oded menyebutkan, jajarannya serta pihak terkait terus memantau jalannya program ini. Dia masih menaruh harapan melalui program tersebut dapat menambah wawasan dan pengalaman para siswa di Kota Bandung. “Karena memang endingnya adalah edukasi kepada anak-anak. Nanti kan ketahuan, dari 2.000 berapa persen yang gagal. Gagalnya apa saja ini jadi bahan evaluasi. Jadi itu hal biasa saja,” katanya.

Wali Kota Bandung tersebut pun mengungapkan , matinya anak ayam karena dimakan tikus bukan hanya menjadi tantangan para siswa. Hal yang sama juga dialami pengusaha dan peternak ayam yang kerap mendapat tantangan serupa. “Punteun tong waka barudak (maaf jangankan anak-anak), para pengusaha ayam juga salah satu persoalannya itu adalah hama tikus. Ayam masih kecil, tikus makan juga. Tapi no problem, enggak masalah. Berjalan natural saja,” ucapnya.

Berita Populer Lainnya :   Warga Bandung, liburan akhir tahun tinggal menghitung hari nih. Seperti yang kit

Oded juga menambahkan, sejumlah anak ayam yang mati itu kini sudah diganti. “Sudah diganti. Justru akan ketahuan anak-anak seperti apa,” ujarnya dilansir dari jabarekspress.

Seperti Warga Bandung ketahui, dalam dua bulan kebelakang, program bagi-bagi ribuan anak ayam kepada pelajar SD dan SMP di Kota Bandung dilakukan sebagai langkah dan bentuk edukasi sekaligus mencegah ketergantungan gadget di kalangan pelajar Kota Bandung.

Teks: Franco Londah

#bandung #infobandung

Sumber Berita